Saturday, January 26, 2013

Makalah BAB 1 kelas X: SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN



A. Konsep Dasar Sosiologi

Jika dibandingkan dengan ilmu sosial yang lain, apalagi ilmu alam, sosiologi tergolong ilmu yang baru. Dahulu filsafat merupakan induk semua ilmu, dan karena kebutuhan manusia, filsafat dibagi-bagi sampai seperti saat ini. Begitu pula sosiologi.

1. Sejarah Perkembangan Sosiologi

Istilah sosiologi untuk pertama kali diciptakan oleh Auguste Comte dan oleh karenanya Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi. Istilah sosiologi ia tuliskan dalam karya utamanya yang pertama, berjudul The Course of Positive Philosophy, yang diterbitkan dalam tahun 1838. Karyanya menunjukkan bahwa penelitian pada masyarakat harus melalui langkah ilmiah yang sistematis. Hal ini merupakan pandangan baru pada saat itu.

Gagasan Auguste Comte disambut luas oleh banyak orang, terbukti oleh munculnya ilmuwan-ilmuwan di bidang sosiologi, seperti: Pitrim A. Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber.

2. Definisi Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Yunani (latin). Sosiologi berasal dari kata socius yang berarti kawan, dan logos yang berarti cerita. Jadi Sosiologi berarti cerita kawan (masyarakat). Berikut adalah definisi sosiologi menurut para ahli, diantaranya:

a. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

b. Emile Durkheim

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial yaitu fakta-fakta yang berisikan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu

c. Soerjono Soekanto

Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat

d. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers

sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

e. Roucek dan Warren

sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

f. Pitirim A. Sorokin

sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

g. Paul B. Horton

sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

h. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

Berdasarkan beberapa pendapat dari para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan manusia lain dalam kelompok beserta produk-produk yang dihasilkan dari interaksi tersebut yang berupa nilai, norma, dan kebiasaan-kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat terkait.



3. Objek Sosiologi

Secara garis besar terdapat tiga pendapat tentang objek sosiologi, yaitu sebagai berikut:

a. Objek Sosiologi adalah Individu (oleh George Simmel)

b. Objek Sosiologi adalah kelompok masyarakat (oleh Ludwik Gumplowicz)

c. Objek Sosiologi adalah realitas sosial (penghilangan kekurangan dari kedua pendapat sebelummnya)

Sedangkan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi memiliki 7 objek besar sebagai berikut:

a. Faktor dalam kehidupan sosial manusia

b. Kebudayaan

c. Sifat hakiki manusia

d. Kelakuan kolektif

e. Persekutuan hidup

f. Lembaga sosial

g. Perubahan sosial



4. Sifat dan Hakikat Sosiologi

Empat sifat dasar sosiologi:

a. Sosiologi bukanlah ilmu pengetahuan alam maupun kerohanian, tetapi yang menjadi pembeda bukanlah metode. Melainkan pada isi.

b. Sosiologi bukanlah ilmu normatif, tetapi kategoris, artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukanlah kejadian yang terjadi atau seharusnya terjadi.

c. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni (pure science)

d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan konkret. Artinya, dalam sosiologi yang diperhatikan adalah bentuk dan pola peristiwa-peristiwa dalam masyarakat.



5. Spesialisasi dalam Sosiologi

Dalam ilmu sosiologi menekankan pada perilaku manusia di masyarakat. Namun demikian, para sosiolog umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi ini. Ada yang mungkin lebih menarik untuk mengupas tentang perilaku manusia yang menyimpang, tetapi ada juga yang lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan sosial masyarakat.

6.Ciri-ciri Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan

Menurut Harry M. Johnson yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Bersifat empiris (berdasarkan observasi dan akal sehat, tidak spekulatif)

b. Bersifat teoritis (selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi, dan abstraksi itu merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan sebab-akibat.

c. Bersifat kumulatif (teori-teori sosiologi berasal dari teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus

d. Bersifat nonetis (tidak mempersoalkan baik dan buruk tetapi fakta tersebut)

6. Metode Sosiologi

Sosiologi memerlukan penelitian sosial, dan untuk melakukan penelitian sosial diperlukan metode ilmiah. Berikut adalah tahap-tahap dari metode ilmiah:

a. Merumuskan masalah

b. Meninjau kepustakaan

c. Merumuskan hipotesis

d. Merencanakan desain penelitian

e. Mengumpulkan data

f. Menganalisi data

g. Menarik kesimpulan

Metode adalah cara kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun metode-metode yang sering digunakan dalam penelitian sosiologi:

a. Metode statistik

Metode ini biasa dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kausalitas dan memperkecil pendapat sepihak dengan mencari responden yang banyak pada kejadian tertentu dan dilakukan numerasi dalam bentuk tabel pada jawaban-jawaban itu.

b. Metode Eksperimen

Dilakukan eksperimen pada dua kelompok. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Ada dua jenis metode eksperimen, eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.

c. Metode induktif dan deduktif

Metode induktif digunakan untuk mempelajari kaidah umum dengan mempelajari gejala khusus dan sebaliknya untuk deduktif.

d. Metode studi kasus

Metode ini digunakan untuk mempelajari kebenaran dari kasus tertentu.

e. Metode survai lapangan

Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya bisa didapat dari kehidupan masyarakat secara langsung.

8. Kegunaan Sosiologi

a. Kegunaan Sosiologi dalam Pembangunan

Menurut Soerjono Soekanto, proses pembangunan perlu dikaitkan dengan pandangan yang optimis untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.

b. Kegunaan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial

Ada dua metode untuk menanggulangi masalah sosial, yaitu metode preventif dan represif.

1) Metode preventif dilakukan dengan mengadakan penilaian yang mendalam terhadap gejala-gejala sosial.

2) Metode represif adalah proses penanggulangan secara langsung terhadap masalah sosial yang sedang tumbuh dan dirasakan masyarakat.

c. Kegunaan Sosiologi dalam Perencanaan Sosiologi

Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan secara ilmiah. Menurut Ogburn dan Nimkoff, suatu perencanaan sosial yang baik dan efektif adalah sebagai berikut:

1) Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia dibidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan sistem administrasi yang baik.

2) Adanya sistem pengumpulan keterangan dan analisis yang baik.

3) Terdapat sikap publik yang baik terhadap usaha-usaha perencanaan sosial tersebut

4) Adanya pemimpin ekonomi dan politik yang progesif.

Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial antara lain:

1) Sosiologi mengkaji perkembangan kebuidayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai pada taraf modern.

2) Sosiologi mengkaji hubungan manusia dengan alam sekitarnya hubungan antargolongan dalam masyarakat, dan memperlajari proses perubahan dalam masyarakat.

3) Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksnaan perencanaan sosial diharapakan lebih sedikit penyimpangannya.

4) Perencanaan sosial secara sosiologis merupakan alat untuk mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat.

d. Kegunaan sosiologi dalam penelitian

Sosiologi dapat diterapkan pada hampir semua aspek kehidupan manusia, terutama aspek yang berhubungan dengan interaksi antarindividu dalam kelompok masyarakat.

9. Bapak pendiri sosiologi

Pada bagian ini, akan dijelaskan pemikiran empat ahli sosiologi yang masih dipakai sampai saat ini, yaitu: Auguste Comte, Karl Marx, Max Weber, dan Emile Durkheim.

a. Auguste Comte (1798-1857)

Auguste Comte (Perancis) mengemukakan istilah awal: Social Physics (fisika sosial) karena istilah ini sudah digunakan oleh ahli statistik sosial Belgia Adophe Quetelet, maka istilah diubah menjadi sociology. Auguste Comte membagi sosiologi ke dalam dua pendekatan yakni:

1) Statika Sosial: mengkaji tatanan sosial.

2) Sosial dinamik: Mengkaji kemajuan dan perubahan sosial.

b. Karl Marx (1818-1883)

Karl Marx lahir di Trier, Jerman tahun 1818 dari kalangan keluarga rohaniwan Yahudi. Tamat dari perguruan tinggi menja di editor di sebuah surat kabar di Jerman. Pandangannya mat kritis terutama sangat anti penindasan yg hadir bersama system kapitalis yang mewarnai peradaban Eropa Barat. Beliau pindah ke Paris setelah terjadipertentangn dengan pemerintah Jerman. Ia berkolaborasi dengan Friedrich Engels menulis buku berjudul The Communist Manifesto (1848). Lalu menulis buku : Das Capital, dua bab terakhir buku ini diteruskan oleh Engels karena Marx keburu meninggal.

Menurut Marx, sejarah manusia mulai dari pertanian primitive, feudal dan industri, ditandai hubungan social yg melembagakan sifat ketergantungan untuk mengontrol atau menguasai sumber-sumber ekonomi. Mereka yg menguasai dan mengonytol sumber-sumber ekonomi adalah kelas atas, seangkan mereka yg hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak punya sama sekali adalah dari kelas bawah. Terjadi penindasan oleh kelas atas terhadap kelas bawah. Fokus perhatian Marx pada dua kelas penting : BORJUIS (kelas atas/kapitalis yg memiliki memiliki alat-alat produksi seperti pabrik dan mesin) dan PROLETAR (kelas bawah/ para buruh yg bekerja pada borjuis).

Pendapat Marx terhadap fenomena social semacam itu (penindasan /eksploitasi kaum borjuis terhadap kaum proletar) hanya dapat dihentikan dengan cara mengganti atau merusak system kapitalis. Caranya dengan melakukan revolusi (prinsip konflik) kemudian menggantinya dengan system yg lebih menghargai martabat manusia. Ini tidak mudah karena para buruh harus menghilangkan False Consciousness (kesadaran palsu) dengan class consciousness kesadaran kelas. Melalui bimbingan pemimpin-pemimpin revolusioner, para buruh akan menjadi setia dan mau berkorban demi perjuangan kelas. Denagn demikian kan muncul masyarakat yg adil, sama rata sama rasa, dan terhindardari segala bentuk eksploitasi, ini yg disebutnya sebagai masyarakat komunisme modern. Disamping dipuja banyak orang, Marx juga dikecam banyak orang, terutama pendapatnya tentang “agama sebagai candu masyarakat“ (the opium of the people).

c. Max Weber (1864-1920)

Max Weber lahir di Erfurt, Jerman berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya seorang birokrat (kelak akan mewar nai pikiran beliau tentang birokrasi) yg menduduki posisi politik penting, sedangkan ibunya adalah seorang pemeluk agama Calvinisme yg sangat taat (juga mempengaruhinya melakukan studi tentang kaitan etika protestan dengan spirit kapitlisme industrial).

Beliau menempuh kuliah di Universitas berlin belajar hukum. Setelah berhasil mengambil gelar doctor ia berprofesi sebagai praktisi hukum, di samping itu ia juga bekerja sebagai dosen di Universitas Wina dan Munich. Ia banyak mendalami masalah ekonomi, sejarah, dan sosiologi. Bukunya yg terkenal berjudul “ A Contribution to the histoy of Medieval Business Organizations” dan “ The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism” (1904) . Dalam bukunya yg kedua ini ia mengemukakan tesisnya mengenai keterkaitan antara etika protesan dengan munculnya kapitalisme di Eropa Barat.

Pandangan Weber, kenyataan social lahir dari motivasi individu dan tindakan-tindakan social (social action). Dari pandangannya sebenarnya Weber lazim digolongkan “nominalis” yg lebih percaya bahwa hanya individu-individu sajalah yg riil secara obyektif, dan masyarakat adalah satu nama yg menunjukan pada sekumpulan individu yg menjalin hubungan. Pandangan beliau tentang tindakan sosila inilah yg kemudian menjadi acuan dikembangkannya teori sosiologi yg membahas interaksi social.

d. Emile Durkheim (1858-1917)

Lahir di Epinal, Perancis dan berasal dari keluarga yg mewarisi tradisi sebagai pendeta Yahudi. Ia awlnya sebenarnya bersekolah untu k menjadi pendeta.

Durkheim merupakan ilmuwan yg sangat produktif. Salah satu karyanya yg berjudul “ The division of Labor in Society” (1968) membahas mengenai gejala yg sedang melanda masyarakat : pembagian kerja. Ia mengemukakan bahwa di bidang perekonomian seperti industri modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan tenaga kerja yg mengakibatkan pembagian kerja ke dalam bentuk spesialisasi dan pemisahan okupasi yg semakin rinci. Pembagian tersebut dijumapai pula di bidang perniagaan dan pertanian. Lalu melebar pula pada bidang-bdang kehidupan yg lainnya : hokum, politik, kesenian, dan bahkan keluarga. Tujuan kajian durkheim ialah untuk memahami fungsi pembagian kerja tersebut, serta untuk mengetahui factor penyebabnya.

B. Konsep Realitas Sosial

1. Masyarakat sebagai Sistem Sosial

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.

Menurut Koentjaraningrat masyarakat adlaah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinue dan yang terikat oleh rasa identitas bersama.

Unsur-unsur Masyarakat:

- Terdapat beberapa orang dalam jumlah relatif besar yang saling berinteraksi menjadi satu kesatuan.

- Adanya kerja sama secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat

- Berada dalam wilayah dengan batas-batas tertentu.

- Berlangsung dalam waktu relatif lama serta memiliki norma sosial tertentu yang menjadi pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Menurut pendapat dari Soerjono Soekanto menyatakan bahwa suatu masyarakat tersusun oleh tujuh realitas sosial, yaitu:

a. Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu dengan kelompok dan antarkelompok.

b. Nilai dan Norma Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang sudah disepakati oleh anggota bermasyarakat.

Terdapat empat macam norma, yaitu:

1) Norma Agama

2) Norma Kebiasaan/adat

3) Norma Kesusilaan/kesopanan

4) Norma Hukum

c. Stratifikasi Sosial

Kenyataan bahwa manusia dalam masyarakat memiliki strata berbeda, tidak boleh diabaikan dalam kajian sosiologi, karena perbedaan itu memberikan dampak pada hubungan dengan kelompok lain dengan segala akibat baik dan buruknya.

d. Status Sosial

Status sosial dapat disamakan dengan kedudukan, peringkat atau posisi seseorang dalam masyarakat.

e. Peran Sosial

Peran sosial adalah tingkah laku yang diharapkan muncul dari seseorang yang memiliki status tertentu.

f. Perubahan Sosial

Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsurnya sehingga menimbulkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.

Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat adalah:

1) Perubahan lingkungan alam.

2) Perubahan situasi kependudukan.

3) Perubahan struktur dan budaya.

4) Perubahan nila dan sikap.

g. Kebudayaan

Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebudayaan dapat berbentuk:

1) Artefak

2) Sistem aktifitas

3) Sistem ide

Kebudayaan secara universal teridiri dari tujuh unsur utama, yaitu:

1) Sistem bahasa

2) Sistem religi

3) Sistem kesenian

4) Sistem kemasyarakatan

5) Sistem ekonomi

6) Sistem ilmu pengetahuan

7) Sistem teknologi

2. Organisasi Sosial

Secara sederhana, masyarakat merupakan suatu oragnisasi sosial. Dalam organisasi sosial terdapat kelompok-kelompok dan tata cara yang mereka ciptakan. Organisasi sosial adalah cara-cara perlaku masyarakat yang terorganisasi secara sosial. Dan berikut adalah unsur-unsur pada organisasi sosial:

a. Kelompok dan Perkumpulan

Goodman mendefinisikan kelompok sebagai dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan identitas dan berinteraksi secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama.

b. Lembaga

Di dalam Sosiologi, yang dimaksud dengan lembaga adalah satu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.

c. Peran

Peran merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.

3. Dinamika Sosial

Dinamika sosial merupakan penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan dalam masyarakat. Hal-hal yang biasa dibahas dalam dinamika sosial adalah sebagai berikut:

a. Pengendalian Sosial

b. Mobilitas Sosial

c. Penyimpangan Sosial

d. Perubahan Sosial

C. Data Sosiologi Mengenal Realitas dan Permasalahan Sosial

Data Sosiologi Mengenal Fenomena sosial adalah beberapa permasalahan yang timbul dan terjadi di Masyarakat. Permasalahan dalam masyarakat timbul akibat dari ketidakteraturan dan ketidaktertiban sosial.

Menurut Soerjono soekanto masalah sosial dibedakan 4 yaitu :

1. Masalah sosial dari faktor ekonomis misalnya kemiskinan dan pengangguran.

2. Masalah sosial dari faktor Biologis misalya penyakit menular

3. Masalah sosial dari faktor Psikologis misalnya penyakit saraf (mental) dan bunuh diri

4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan misalnya penceraian dan kenakalan remaja.

Berikut ini merupakan fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang merupakan data-data sosiologi yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh komponen bangsa. Adapun data-data sosiologis tersebut antara lain:

1. Kemiskinan

2. Kejahatan

3. Diorganisasi Keluarga

4. Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern

5. Peperangan

6. Pelanggaran Terhadap Norma

a. Pelacuran

b. Delinkuensi Anak-anak

c. Alkoholisme

1 comment: